Peneliti Manfaatkan Sinar Matahari untuk Dapatkan Air Bersih

  • Bagikan
Struktur photothermal yang dikembangkan oleh Prof Xu

Kitamedia.fun | Air sangat penting untuk semua kehidupan, dapat dikatakan juga sebagai sumber kehidupan. Tetapi menurut WWF, sekitar 1,1 miliar orang di seluruh dunia tidak memiliki akses ke air bersih, dan sekitar 2,7 miliar orang mengalami kelangkaan air setidaknya selama satu bulan dalam setahun.

Selain itu, sanitasi yang tidak memadai yang diakibatkan oleh kekurangan air juga menjadi masalah bagi 2,4 miliar penduduk sehingga rentan terhadap penyakit seperti kolera dan demam tifoid.

Bagaimana jika ada cara untuk menghasilkan air minum dan mandi yang bersih dan aman hanya dengan menggunakan sinar matahari?

“Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak perhatian dalam menggunakan penguapan matahari untuk menghasilkan air minum segar, tetapi teknik sebelumnya tidak terlalu efisien untuk dapat digunakan secara praktis,” kata Haolan Xu, Associate Professor di University of South Australia.

“Kami telah mengatasi ketidakefisienan tersebut, dan teknologi kami sekarang dapat menyalurkan cukup air bersih untuk mendukung banyak kebutuhan praktis dengan biaya yang lebih murah dari teknologi yang ada seperti reverse osmosis.”terang Xu dirilis I-Engineering. Minggu (18/4/2021)

Xu dan timnya telah mengembangkan cara untuk mengumpulkan air bersih yang hemat biaya, dengan mamanfaatkan sinar matahari.

Mereka merekayasa struktur fototermal yang sangat efisien yang berada di permukaan sumber air dan mengubah sinar matahari menjadi panas.

“Sebelumnya banyak ekperimen evaporator fototermal yang pada dasarnya berbentuk dua dimensi; hanya permukaan datar, dan bisa kehilangan 10 sampai 20 persen energi matahari untuk memanaskan air, ”tambah Xu.

Berbeda dengan struktur dua dimensi yang digunakan oleh peneliti lain, Xu dan timnya mengembangkan evaporator tiga dimensi berbentuk sirip, mirip heatsink.

Teknik heatsink ini berarti semua permukaan evaporator tetap pada suhu yang lebih rendah daripada air dan udara di sekitarnya, sehingga energi tambahan mengalir dari lingkungan eksternal berenergi lebih tinggi ke evaporator berenergi lebih rendah.

“Kami telah mengembangkan teknik yang tidak hanya mencegah hilangnya energi matahari, tetapi juga menarik energi tambahan dari air curah dan lingkungan sekitarnya, yang berarti sistem beroperasi pada efisiensi 100 persen untuk masukan sinar matahari dan menarik hingga 170 persen energi lainnya dari air dan lingkungan sekitar.” terang Xu.

Jika penemuan tersebut terbukti berhasil, hal itu dapat mengubah kehidupan miliaran orang di seluruh dunia, karena orang semakin mudah mendapatkan air bersih.

Untuk diketahui, peneliti Indonesia Yoyon Ahmudiarto dari Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (P2-Telimek) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2012, pernah menciptakan Banyu Milik LIPI (Banyu Mili).

Banyu Mili adalah alat pemurni air dengan tenaga surya yang bisa memenuhi kebutuhan air secara murah.

Alat ini bisa mengolah air dari sumber manapun secara singkat dan dapat langsung diminum.

Yoyon berharap agar alat ciptaannya dapat diproduksi secara massal. agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Saat ini para peneliti di dunia terus bekerja mengembangkan inovasi baru, cara baru, alat baru yang lebih mudah, murah dan berkelanjutan agar seluruh orang dapat menikmati air bersih.***/ADR

banner 336x280



  • Bagikan

Contact Us