Helikopter Drone Perseverance Rover’s Telah Mendarat di Mars

  • Bagikan
Foto: NASA/JPL-Caltech

Kitamedia.fun | Helikopter drone di atas rover Perseverance telah secara resmi mendarat di permukaan Mars sebagai persiapan untuk penerbangannya yang akan datang.

Selama akhir pekan, NASA men-tweet sebuah gambar, menunjukkan helikopter tak berawak Ingenuity berhasil berdiri tegak di permukaan Mars, dan tampaknya siap lepas landas.

Drone itu terbang ke Mars sambil menempel di perut Perseverance. Sebuah pelindung puing-puing di bawahnya melindungi drone selama pendaratan menakjubkan yang dilakukan oleh Perseverance untuk mendarat di Planet Merah pada bulan Februari lalu.

Bulan lalu, NASA akhirnya menjatuhkan pelindung puing-puing, memungkinkan drone Ingenuity di bawahnya akhirnya mulai muncul dari perut penjelajah. Namun, seluruh proses penerapan cukup kompleks. Sebuah lengan mekanik dari rover Perseverance harus terlebih dahulu memutar drone keluar dari posisi horizontal dengan hati-hati menjadi sejajar vertikal. Drone itu sendiri kemudian harus memperpanjang empat kaki pendaratannya.

Penjelajah kemudian menahan Ingenuity sekitar empat inci di atas tanah Mars saat helikopter tak berawak mengisi sel baterainya. Jumat lalu, (2/4/2021), NASA men-tweet sebuah gambar, menunjukkan Kecerdikan bersiap untuk menyentuh permukaan selama fase pengisian baterai.

Rencana NASA adalah menerbangkan Ingenuity untuk pertama kalinya “Tidak lebih awal dari 11 April”, menurut situs resmi badan antariksa tersebut. NASA pertama-tama akan mulai “menggoyangkan” bilah rotor pada helikopter tak berawak dan menguji sistem rotor sebelum memulai penerbangan pertama. Tujuan awalnya adalah untuk melihat apakah Ingenuity dapat melayang sepuluh kaki dari permukaan hingga 30 detik.

Namun, satu tantangan langsung yang dihadapi penjelajah ini adalah suhu yang sangat dingin di Mars. Sebuah pemanas di atas kapal Perseverance rover sebelumnya membuat helikopter drone tetap hangat. Tapi sekarang Ingenuity harus mengandalkan pemanas internalnya sendiri untuk bertahan hidup di malam Mars yang sangat dingin, di mana suhu bisa mencapai -130 derajat Fahrenheit.

Untungnya, Ingenuity memiliki panel surya internal. Jadi helikopter drone akan dapat mengisi ulang baterainya begitu Matahari muncul kembali di siang hari.

“Tim akan memeriksa suhu dan kinerja pengisian ulang baterai selama beberapa hari ke depan,” tulis Bob Balaram, kepala teknisi NASA. “Jika semuanya terlihat bagus, maka lanjutkan ke langkah berikutnya: membuka kunci bilah rotor, dan menguji semua motor dan sensor.”***/adr

banner 336x280



  • Bagikan

Contact Us