Harga Kedelai Melonjak, Pengusaha Tahu Dan Tempe Mogok Produksi

  • Bagikan

Martapura, kitamedia.fun | Tingginya harga kedelai di pasaran, membuat para usaha tahu dan tempe lesu untuk menproduksi usahanya. Dampak dari naiknya harga kedelai tahu dan tempe langka dipasaran, kalau pun ada harga tahu tempe sudah naik.

Salah satu pengusaha tempe dan tahu Alfi Nur (25) warga Sungai Binjai Mengatakan, sudah satu minggu ini tidak jualan tahu dan tempe karena harga bahan kedelai sangat tinggi. Saat ini harga kedelai terus meningkat mencapai Rp.9.500 per Kilogramnya biasanya harga normal kedelai di pasar Martapura seharga Rp.7.500 Kg. Tingginya harga bahan kedelai ia tidak tahu persis.

“Karena tingginya harga bahan kedela terpaksa saya mengurangi produksinya, biasanya dalam satu hari bisa dirinya memproduksi 25 kilogram sekarang menjadi 20 kilogram. Walau tingginya bahan kedelai ia tetap menjual tetap seperti biasa 1000 per tiga buah tahu.” Terangnya, Rabu (6/1/2020).

Alfi berharap dari pemerintah terkait untuk menurunkan harga kedelai karena sudah sangat melampau tinggi di pasaran.

Ditempat yang sama, Iwan (40) pedangan sayur keliling mangatakan, sudah lebih satu minggu ia kesulitan mencari tahu dan tempe di pasar Martapura, sedangkan peminat sangat banyak karena tahu dan tempe adalah makanan semua orang dari galongan pejabat sampai rakyat biasa.

“Baru hari ini saya mendapatkan tahu dan tempe miliknya alfi karena sudah hampir satu minggu tidak berjualan, sedangkan dirinya adalah pelanggan tetap Alpi.” Pungkasnya. (sus)

banner 336x280



  • Bagikan

Contact Us